Cloud computing adalah sebuah paradigma baru dalam dunia komputer dalam pemberian layanan komputasi. Namun, beberapa analis menganggap bahwa sebutan “paradigma baru” tidaklah tepat karena teknologi ini sangat bergantung pada teknologi-teknologi yang sudah ada sebelumnya seperti utility computing, distributed computing, dan centralized data centers. Cloud computing hanyalah inovasi yang mengkombinasikan tiga teknologi diatas (Weinhardt, Anandasivam, Blau, &Stößer,2009).
Hal utama yag menjadikan teknologi ini berbeda dan menjadi kelebihan utama dibanding teknologi sebelumnya adalah bahwa layanan/service diberikan pay-as-you-go melalui media Internet. Berdasarkan alasan inilah cloud computing menunjukan pergerseran paradigma dalam hal metode pemanfaatan IT sebagai komoditas yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Istilah cloud mengacu pada ilustrasi Internet pada kebanyakan buku teks book bidang IT yang menggambarkan remote environment dan penyembunyian kompleksitas. Seperti kita ketahui bahwa sebenarnya Internet berdiri diatas infrastuktur yang sangat kompleks. Network of network dimana pada masing-masing network terdapat device-device komputasi (servers, storage dan network) yang sangat banyak jumlah dan ragamnya. Meskipun demikian pengguna merasa bahwa akses Internet sangat mudah.
Tujuan dari penyembunyian kekompleksan adalah untuk memudahkan pemberian layanan terhadap jaringan resource komputer yang dapat dipesan, dilepas dan dikonfigurasi dengan mudah dan cepat serta dengan meminimumkan intervensi dari management maupun ISP.
Sumber:
- International Journal of Infomation Management: Cloud computing for Education: A new dawn?
- Wikipedia of Cloud Computing
- Gambar diambil dari dari http://www.educationerp.net/
Popularity: 13% [?]
Related posts:
- Cloud Computing (2): Jenis layanan Cloud Computing Menyambung artikel sebelumnya tentang overview, definisi dan pegenalan cloud computing, ...
- Virtualisasi (Overview) – Virtualization adalah penciptaan sebuah versi virtual (bukan sebenarnya) ...