Kisah Tsa’labah by Aa Gym

Kisah Tsa’labah by Aa Gym

Berikut adalah resensi dari ceramah diatas:

Semoga kita diberikan sifat zuhud (diberi dunia tapi tidak cinta dunia) dan juga wara’ (berhati-hati terhadap yang tidak halal). Semoga kita bisa merasakan nikmat bersedekah dan juga merasa lebih nikmat dengan harta yang kita nafkahkan daripada dengan harta yang kita simpan.

Tsa’labah adalah seorang sahabat yang meminta doa agar menjadi kaya raya.  Rasulullah melarang, lebih baik sedikit disyukuri daripada banyak tapi tidak sanggup memikulnya. Akhirnya setelah berulangkali meminta dan  berjanji jika Allah memberi Tsa’labah harta yang banyak ia akan memberikan hak orang banyak, Rasulullah SAW-pun mendoakannya.

Setelah itu Tsa’labah membeli kambing untuk diternakan yang kemudian berkembang dengan pesat. Saking banyaknya, ia harus menggembalakan kambingnya ke luar Madinah. Sedikit demi sedikit ia mulai jarang sholat berjamaah dengan Rasulullah SAW hingga akhirnya tidak datang sama sekali karena sibuknya menggembalakan kambing.Mendengar hal tersebut, Rasulullah berkata,”Celakalah Tsa’labah” hingga 3 kali.

Ketika turun Al Quran Surat Taubah ayat 103  yang artinya “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka…”, Rasulullah SAW mengutus 2 orang untuk menginformasikan hal ini kepada Tsa’labah dan seseorang dari Bani Salim.

Ketika diberitakan ayat tersebut, Tsa’labah meminta untuk pergi kepada orang lain terlebih dahulu baru kemudian kembali padanya. Maka 2 orang tersebut pergi kepada yang lain dari Bani Salim yang kemudian memberi mereka unta yang terbaik mereka. Setelah itu mereka kembali kepada Tsa’labah. Ia mengelak dari kewajiban untuk membayar zakat dengan alasan bahwa hal itu sama saja dengan jizyah.

Maka kedua orang tersebut memberitakan masalah tersebut kepada Rasulullah hingga turunlah Al Quran Surat At Taubah ayat 75-77 yang artinya: “Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shaleh(75) Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran)(76) Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.(77).”

Suatu saat Tsa’labah datang kepada Rasulullah SAW untuk memberikan sedekah. Namun Rasulullah mengatakan bahwa Allah melarangnya untuk menerima sedekah dari Tsa’labah. Maka menyesallah Tsa’labah. Rasulullah berkata, bahwa hal itu dikarenakan Tsa’labah tidak menaati nasihat Rasulullah. Setelah Rasulllah SAW wafat, ia berusaha untuk memberikan sedekahnya pada masa Kekhalifahan Abu Bakar ra. dan Umar ibnu Khatab ra. namun mengalami kegagalan yang sama hingga ia menemui ajal pada masa Khalifah Utsman ra.

Ibrah dari cerita ini adalah harta jika tidak disertai ilmu dan tidak kuat iman hanya memperdaya hidup kita. Jangan sampai merasa aman dengan harta yang kita kumpulkan, sampai kita mencuri hak orang lain. Hak fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, Al Gharimin, Fisabilillah, dan ibnu sabil  (8 asnaf)  yang berhak menerima zakat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ilmu tentang zakat.

Orang yang tidak mau berzakat bisa diibaratkan seperti orang yang selalu makan namun pantang buang air kecil/besar.

Popularity: 23% [?]

Share Artikel ini
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Live
  • PDF
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter

No related posts.

.